Laman

Senin, 15 Juli 2013

POTASIUM CYANIDE (POTAS)

POTASIUM CYANIDE (POTAS)






Cara Kerja POTAS :

1.    POTAS larut di dalam air sebagai K dan CN, dan akan terserap ke dalam tubuh ikan.  CN akan berikatan dengan Sel Darah Merah (Haemoglobin) menjadi Methemoglobin (berwarna merah tua).  Dengan ini, fungsi haemoglobin sebagai pengikat OKSIGEN dalam darah, tidak dapat berfungsi lagi.  CN masuk ke dalam sel akan berikatan dengan unsur logam dalam sel MITOCHONDRIA, dan Oksigen tidak dapat diproses oleh MITOCHONDRIA.  Sel akan mati, begitu pula apabila sampai ke jaringan saraf dan otak.  Jalur yang termudah untuk masuk tubuh ikan adalah melalui INSANG.

2.    Konsentrasi KCN akan masuk ke tubuh ikan dengan cara OSMOSIS.  Seluruh tubuh akan menyerap KCN dan langsung bereaksi bila terkena HAEMOGLOBIN atau MITICHONDRIA pada setiap sel tubuh.  Sel-sel tubuh menjadi tidak berfungsi normal.  Dalam beberapa hari, sisik ikan akan terbuka dan terlepas, kulit ikan borok, mata ikan memutih, mulut ikan memutih, nafsu makan ikan hilang, mata ikan tidak dapat melihat, ikan diam saja dan baru bergerak bila disentuh.  Lama kelamaan tapi pasti, ikan akan menjadi kurus dan akhirnya mati.

3.    Ikan yang terkena potas bila segera dimasukan ke dalam air bersih dapat agak segar kembali atau dapat berenang agak lincah kembali, karena darah yang belum kena potas, masih dapat mengalir ke insang dan ikan dapat bernafas kembali.  Tetapi kehidupan tersebut bersifat sementara, karena METHEMOGLOBIN akan terbawa ke seluruh tubuh dan masuk sel, sehingga sel akan rusak secara bertahap, yang akhirnya akan membuat KEMATIAN.

4.    KCN yang terkena biota lain, juga berakibat seperti IKAN, yaitu fungsi pernafasan dan sel tubuh akan rusak atau terganggu, yang akhirnya akan menjadi kematian.  DEMIKIAN HALNYA BILA POTAS TEKENA PADA MANUSIA (PELAKU POTAS).  DAPAT DIPASTIKAN SEMUA PELAKU POTAS, AKAN TERKENAN POTAS, SEHINGGA AKIBATNYA PADA JANGKA PANJANG AKAN MENJADIKAN KEMATIAN, YANG DIDAHULUI ADANYA GANGGUAN TUBUH SEPERTI KELUMPUHAN DLL.

Rabu, 05 Juni 2013

Adopsi Karang Bank MANDIRI bagian 2

 Hasil monitoring perkembangan karang adopsi yang dilakukan tahun 2012 oleh bank Mandiri. Monitoring dilakukan oleh kelompok JARMON. Mereka beranggotakan kelompok elang ekowisata, PERNITAS, KELONPIS, APL, dan individu yang peduli terhadap terumbu karang. Monitroing dilakukan setiap bulan dengan membersihkan karang dari kompetitor dan juga mendata pertumbuhan karang.
Berikut dokumentasi kegiatan monitoring :






Selasa, 07 Mei 2013

Perayaan Hari Bumi oleh SHARP

SHARP telah melakukan adopsi karang dalam rangka perayaan hari Bumi 22 April 2013. Karang yang di adopsi sekitar 200 pcs dan 1000 pohon mangrove. Lokasi kegiatan disekitar perairan Pulau Pramuka-Kepulauan Seribu. Kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 24 April 2013. Peserta acara ini sekitar 20 orang dari karyawan SHARP serta 30 orang dari warga lokal dan pelajar MTS.
Kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah penanaman karang, penanaman mangrove dan bersih-bersih pantai.







Jumat, 12 April 2013

Perkembangan Karang Adopsi oleh BANK MANDIRI


Ekosistem terumbu karang memiliki beragam manfaat bagi manusia, baik manfaat langsung maupun tidak langsung, diantaranya yaitu ikan karang (ikan konsumsi maupun Ikan hias), biota terumbu karang
(sponge], karang, kerang, dsb), wisata bahari, dan farmasi (Supriharyono, 2000).
Selain itu terumbu karang menjadi tempat bergantung berbagai biota laut baik untuk memijah, mencari makan ataupun di jadikan sebagai daerah tinggal untuk berlindung dari pemangsa-pemangsa alami.

Namun seiring dengan kesadartahuan manusia dari dampak yang telah di perbuat, ada sebagian kecil yang mulai melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada perbaikan ekosistem terumbu karang.
Salah satu bentuk yang dilakukan adalah dalam bentukmengikuti kegiatan ADOPSI KARANG, seperti yang di lakukan oleh teman-teman dari BANK MANDIRI yang dilakukan pada kegiatan CSR untuk perbaikan terhadap lingkungan di sekitarnya. Hasilnya terlihat cukup bagus dengan ikan-ikan yang sudah mulai mendatangi dan bersembunyi dibalik karang-karang yang di adopsi tersebut.
Harapan agar lebih banyak lagi yang peduli terhadap kegiatan-kegiatan seperti ini.
JARINGAN MONITORING MASYARAKAT KEPULAUAN SERIBU








Terumbu Karang Kepulauan Seribu