Selasa, 30 Maret 2010
Dari Sianida Menuju Ekowisata
Keberadaan masyarakat yang menggantungkan hidup dari keberadaan terumbu karang di Kepulauan Seribu sangat penting untuk diarahkan dengan praktek-praktek pemanfaatan yang bertanggung jawab.
Salah satu bentuk pemanfaatan dari masyarakat yang sudah memulai praktek pemanfaatan yang bertanggung jawab adalah merubah pola tangkap ikan hias yang merusak (menggunakan potasium sianida) dengan menggunakan jaring dan peralatan yang ramah lingkungan.
akan tetapi penghargaan terhadap perubahan sikap masyarakat ini masih sangat kurang, maka melalui kerjasama dengan banyak pihak di kembangkan sebuah program wisata atraksi menangkap ikan hias ramah lingkungan.
Jumat, 12 Februari 2010
Kamis, 28 Januari 2010
Monitoring dan Pendataan oleh PERNITAS dan KELONPIS

Data pemanfaatan karang hias hasil budidaya ini dikumpulkan oleh sekitar 7-10 nelayan pembudidaya karang hias yang berada di kelurahan Pulau Panggang.
Diharapkan dengan pendataan ini masyarakat umum bisa mengetahui seberapa banyak karang hasil budidaya dari Kepulauan Seribu yang telah dimanfaatkan, sehingga bisa memonitornya supaya tidak terjadi dampak yang merusak dari kegiatan ini.
Data tangkapan ikan hias ini dikumpulkan oleh nelayan melalui bon-bon pembayaran yang kemudian di entri kedalam komputer untuk di olah menjadi grafik.Data ini terkumpul dari 5-10 orang nelayan ikan hias yang menangkap ikan hias di beberapa pulau di Kepulauan Seribu.
Data ini sengaja dikumpulkan untuk mengetahui seberapa besar potensi ikan hias laut Kepulauan Seribu yang telah dimanfaatkan, sehingga kedepannya diharapakan data ini berguna untuk mencegah terjadinya pemanfaatan berlebih yang bisa mengarah pada kepunahan jenis-jenis tertentu.
Label: Jaringan, Monitoring, Kepulauan Seribu
budidaya,
Ikan hias,
Karang hias,
Kepulauan Seribu,
transplantasi
Senin, 25 Januari 2010
Monitoring dan Pendataan oleh Kelompok Areal Perlindungan Laut (APL) Kelurahan Pulau Panggang

Kondisi tutupan karang hidup di zonasi Areal Perlindungan Laut (APL) kelurahan Pulau Panggang. Survey dilakukan oleh Pengurus APL bekerjasama dengan yayasan TERANGI dan Mahasiswa/Mahasiswi Universitas Sriwijaya.
Label: Jaringan, Monitoring, Kepulauan Seribu
Areal Perlindungan Laut,
Pulau Panggang,
Zonasi
Langganan:
Postingan (Atom)