Laman

Selasa, 12 Februari 2013

Wisata Menanam Karang

Selamatkan terumbu karang dengan menanam karang  di lokasi yang sudah rusak.


Kamis, 31 Januari 2013

Adopsi Karang oleh DANAREKSA SEKURITAS

Rehabilitasi karang Dengan "ADOPSI KARANG" bersama DANAREKSA SEKURITAS 
 
Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu memiliki catatan sejarah yang panjang yang dilatarbelakangi dengan cerita unik, panorama alam yang menarik dan kekayaan budaya serta keragaman biota yang menjadi sumber penghidupan masyarakatnya.
Oleh karena itu sebagai sumber penghidupan masyarakatnya dan menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu menawarkan banyak keindahan alam dan budaya yang tak terlupakan, mulai dari bawah laut, pantai, biota daratan, hutan lindung, dan budaya masyarakatnya. 

Susunan rak dalam air
Kerusakan yang terjadi begitu tinggi menekan keberadaan terumbu karang Kepulauan Seribu, sehingga hal ini mengundang keprihatinan banyak pihak diantaranya masyarakat nelayan yang tergabung dalam Jaringan Monitoring (JARMON) yang merasakan bahwa keberadaan terumbu karang sangat penting bagi kehidupan mereka. Seiring dengan kemudahan akses dan pengetahuan tentang terumbu karang banyak pihak mulai peduli dengan keberadaan terumbu karang di Kepulauan Seribu, salah satu contoh kerjasam yang dilakukan adalah ADOPSI KARANG dengan pihak DANAREKSA SEKURITAS. 
Rak menutupi sekitar 100 m persegi area karang yang rusak
Karang yang diadopsi berjumlah sekitar 900 koloni dengan rak paralon sebanyak 100 rak, dan mencover area sekitar 100 m persegi untuk perbaikan terumbu karang di Kepulauan Seribu tepatnya di Pulau Pramuka.
Kegiatan tersebut diikuti oleh anak-anak dan orang dewasa yang begitu antusias melakukan penyelamatan terumbu karang.


Karang yang ditanam pada rak PVC 1 x 1 m
Tidak ada karang tidak bagus, karang rusak ikan pun pergi!!!!!!

 Save the Ocean, Save the Coral reef, and Save the future!!!

Foto-foto Kegiatan Penanaman

Karang jenis Acropora sp

Karang jenis Caulastrea sp

Karang jenis Acropora sp

Karang jenis Echynopora sp

Karang jenis Acopora sp

Karang yang ditanam dari Jenis Porites nigrescen

Peserta yang menanam karang sambil snorkeling

Anak-anak dan orang dewasa terlibat dalam kegiatan

Peserta menanam karang dengan menyelam

Peserta menanam karang dengan peralatan snorkeling



Piagam penghargaan dari JARMON atas partisipasi DANAREKSA SEKURITAS



Sabtu, 22 Desember 2012

Adopsi Karang Oleh BANK MANDIRI

Ekosistem terumbu karang memiliki beragam manfaat bagi manusia, baik manfaat langsu ng maupun tidak langsung, diantaranya yaitu ikan karang (ikan konsumsi maupun Ikan hias), biota terumbu karang
(sponge, karang, kerang, dsb), wisata bahari, dan farmasi (Supriharyono, 2000).

Peserta menanam karang dengan media rubble (pecahan karang)
Selain itu terumbu karang menjadi tempat bergantung berbagai biota laut baik untuk memijah, mencari makan ataupun di jadikan sebagai daerah tinggal untuk berlindung dari pemangsa-pemangsa alami.

Beberapa dekade terakhir ini keberadaan  ekosistem terumbu karang terancam baik oleh alam maupun oleh kegiatan manusia. Kerusakan yang disebabkan oleh alam seperti badai, gempa bumi, tsunami, predator (Bintang laut berduri) dan kenaikan suhu air laut.
Namun sebagian besar kerusakan justru lebih parah yang disebabkan oleh manusia seperti pembangunan yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan, penangkapan ikan dengan bom dan racun, membuang sampah dan limbah ke lautan, dll.


Karang yang sudah ditanam
Kumpulan karang yang sudah ditanam
Namun seiring dengan kesadartahuan manusia dari dampak yang telah di perbuat, ada sebagian kecil yang mulai melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada perbaikan ekosistem terumbu karang.
Peserta yang sudah melakukan penanaman





















Salah satu bentuk yang dilakukan adalah dalam bentukmengikuti kegiatan ADOPSI KARANG, seperti yang di lakukan oleh teman-teman dari BANK MANDIRI  pada kegiatan bina lingkungan dengan tema " Bersama Mandiri Pulihkan Terumbu Karang".Ikan-ikan sudah mulai mendatangi dan bersembunyi dibalik karang-karang yang di adopsi tersebut.Bank Mandiri mengadopsi sebanyak 300 pcs karang yang nantinya akan mengcover areal sekitar 300 m2 untuk perbaikan kondisi terumbu karang.

Harapan Kami agar lebih banyak lagi yang peduli terhadap TERUMBU KARANG!!!!.

JARINGAN MONITORING MASYARAKAT KEPULAUAN SERIBU
Foto Bersama saat kegiatan penanaman
Penyerahan replika papan informasi Wisatawan Yang Bertanggung Jawab kepada Kepala Suku Dinas Kelautan dan Pertanian-Kepulauan Seribu






Penyerahan secara simbolis bibit karang oleh Kepala Seksi III Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu


Peserta dari Bank Mandiri yang terlibat dalam penanaman karang.



















Selasa, 02 Oktober 2012

Racun Potas



POTASIUM CYANIDE (POTAS)


Cara Kerja POTAS :

1.       POTAS larut di dalam air sebagai K dan CN, dan akan terserap ke dalam tubuh ikan.  CN akan berikatan dengan Sel Darah Merah (Haemoglobin) menjadi Methemoglobin (berwarna merah tua).  Dengan ini, fungsi haemoglobin sebagai pengikat OKSIGEN dalam darah, tidak dapat berfungsi lagi.  CN masuk ke dalam sel akan berikatan dengan unsur logam dalam sel MITOCHONDRIA, dan Oksigen tidak dapat diproses oleh MITOCHONDRIA.  Sel akan mati, begitu pula apabila sampai ke jaringan saraf dan otak.  Jalur yang termudah untuk masuk tubuh ikan adalah melalui INSANG.

2.       Konsentrasi KCN akan masuk ke tubuh ikan dengan cara OSMOSIS.  Seluruh tubuh akan menyerap KCN dan langsung bereaksi bila terkena HAEMOGLOBIN atau MITICHONDRIA pada setiap sel tubuh.  Sel-sel tubuh menjadi tidak berfungsi normal.  Dalam beberapa hari, sisik ikan akan terbuka dan terlepas, kulit ikan borok, mata ikan memutih, mulut ikan memutih, nafsu makan ikan hilang, mata ikan tidak dapat melihat, ikan diam saja dan baru bergerak bila disentuh.  Lama kelamaan tapi pasti, ikan akan menjadi kurus dan akhirnya mati.

3.       Ikan yang terkena potas bila segera dimasukan ke dalam air bersih dapat agak segar kembali atau dapat berenang agak lincah kembali, karena darah yang belum kena potas, masih dapat mengalir ke insang dan ikan dapat bernafas kembali.  Tetapi kehidupan tersebut bersifat sementara, karena METHEMOGLOBIN akan terbawa ke seluruh tubuh dan masuk sel, sehingga sel akan rusak secara bertahap, yang akhirnya akan membuat KEMATIAN.

KCN yang terkena biota lain, juga berakibat seperti IKAN, yaitu fungsi pernafasan dan sel tubuh akan rusak atau terganggu, yang akhirnya akan menjadi kematian.  DEMIKIAN HALNYA BILA POTAS TEKENA PADA MANUSIA (PELAKU POTAS).  DAPAT DIPASTIKAN SEMUA PELAKU POTAS, AKAN TERKENAN POTAS, SEHINGGA AKIBATNYA PADA JANGKA PANJANG AKAN MENJADIKAN KEMATIAN, YANG DIDAHULUI ADANYA GANGGUAN TUBUH SEPERTI KELUMPUHAN DLL.

Terumbu Karang Kepulauan Seribu