Laman

Kamis, 21 Januari 2010

PROFIL JARINGAN MONITORING

PROFIL JARINGAN MONITORING


I. Pendahuluan


Kepulauan Seribu memikili kekayaan sumber daya laut yang sangat tinggi. Sumber daya laut ini terdiri dari terumbu karang, ikan, kerang serta biota laut lainnya. Hasil survei yang dilakukan pada tahun 2005, diwlayah Kepulauan Seribu terdapat 64 marga karang ,211 jenis ikan dan 141 jenis hewan bentos (Yayasan TERANGI, 2007).

Masyarakat Kepulauan Seribu sangat bergantung pada sumberdaya laut tersebut. Sudah berpuluh-puluh tahun masyarakat Kepulauan Seribu memanfaatkan sumber daya laut melalui perikanan tangkapnya. Saat ini sudah mulai berkembang kegiatan budidaya dan pariwisata yang memberikan nilai ekonomis yang tidak sedikit bagi masyarakat .

Kondisi alam kepulauan seribu telah berubah. Hal ini terlihat dari bertambah jauhnya lokasi mencari ikan, berkurangnya hasil tangkapan, mengecilnya ukuran ikan yang tertangkap dan bergesernya musim barat dan musim timur.

Masyarakat adalah komponen kunci dalam pengelolaan. Selain sebagai pengguna langsung masyarakat juga memiliki pengetahuan, pengalaman dan informasi secara turun temurun. Namun informasi ini tidak tekelola dan terdokumentasi.

Sadar pentingnya data dan informasi untuk dasar dalam penentuan langkah yang diambil kedepan, kami beberapa kelompok masyarakat dengan latar belakang berbeda bersepakat mengumpulkan informasi dari kegiatan keseharian mereka. Informasi ini nantinya akan disampaikan kepada masing-masing kelompok, masyarakat luas dan pemerintah.


Keanggotaan Jaringan Monitoring:

  • Masyarakat Kelurahan Pulau Panggang (Pengelola APL Kelurahan Pulau Panggang)
  • KELONPIS
  • PERNITAS
  • Elang Ekowisata (koordinator data)

Kelengkapan:

  • Rapat 3 bulanan
  • Notulensi rapat
  • Lembar rangkuman data tiap kelompok

Kekuatan:

  • Informasi yang dikumpulkan merupakan bagian dari keseharian mereka
  • Data yang diperoleh bersifat berkelanjutan dan up to date

Kelemahan:

  • Belum terbiasa dalam pendokumentasian.
  • Kurang pengalaman dalam interpretasi data.

II. MEKANISME KOMUNIKASI dan PENGELOLAAN DATA serta INFORMASI

Dalam rangka mendukung jaringan monitoring dalam interpretasi data, jaringan monitoring didukung oleh para stakeholder (kelompok/perorangan) yang memiliki latar belakang keilmuan. Klub SIGMA B- UI dan Fisheries Diving Club(FDC-IPB) yang memiliki dasar biologi, perikanan dan kelautan yang mempunyai kegiatan rutin di kepulauan seribu telah berkomitmen menjalin komunikasi dan kerjasama dalam jaringan monitoring ini.

Alur mekanisme komunikasi dan pengelolaan data serta informasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terumbu Karang Kepulauan Seribu